Hunting Tahun Baru Imlek di Klenteng Petak Sembilan

papan nama klenteng

papan nama klenteng

Sabtu 13 Februari 2010 yang lalu, sehari sebelum tahun baru imlek, saya dan teman2 dari komunitas fotografi alumni SMA berkesempatan hunting di Klenteng Petak Sembilan di daerah Glodok. Berawal dari ide di milis, kami pun berangkat dari meeting point di Sarinah menuju Glodok dengan bus transjakarta.
Lokasi klenteng tidak sulit dicari, setiba di halte busway Glodok kami pun turun. Jalan menuju klenteng ada persis di sebrang halte busway, luruuuus aja, sampe deh. Hujan yang turun siang itu membuat jalan agak becek, ditambah lagi kami harus melalui pasar yang ada di depan klenteng, becek2an di pasar bukanlah pengalaman yang menyenangkan :p saya kira klentengnya di pinggir jalan besar, taunya di dalam gang di belakang pasar…

Kami tiba di klenteng kira2 pukul 4 sore. Saat kami tiba disana sudah banyak rombongan fotografer lain yang sudah jeprat-jepret, sepertinya ada komunitas dari FN karena teman saya ada mengenali beberapa wajah orang FN. Jumlah fotografer hampir sama dengan yang beribadah hahaha.

Kesan pertama selain becek (karena hujan tadi) adalah MERAH! lalu ASAP! BANYAK ASAP! tentu banyak asap karena setiap orang yang beribadah membakar belasan hio. Saya kurang mengerti tentang adat tionghoa jadi saya tidak bisa membahas banyak dari segi spiritual dan budaya. Ini kali pertama saya masuk ke dalam klenteng, sehingga saya belum tahu momen2 apa yang perlu saya cari dan persiapan apa yang perlu saya bawa.
Tentang persiapan, lain kali saya kemari ada beberapa hal yang akan saya ingat2:

  • kalau tidak kuat asap, bawalah masker, kalau takut mata perih, bawalah kacawata renang (serius, kemaren ada yang pake kacamata renang… entah bagaimana dia ngintip viewfindernya)
  • tidak perlu bawa tripod. berat2in aja, tidak terpakai; memasang tripod di tempat orang ramai lalu lalang tidaklah bijak.
  • pakai celana pendek, kalau sebelumnya hujan. jangan seperti saya yang sempat misuh2 jeans saya kotor kena cipratan…

Ada lagi yang perlu diingat adalah SADAR DIRI, sangat mudah kita lupa diri saat megang kamera, ga sadar berdiri di tengah jalan… ga sadar ganggu ibadah orang. Dan orang2 peribadat disini sopan2 banget, mereka ga mau minta jalan, nunggu aja sampe kita selesai moto dan ngasih jalan, karena itu hendaknya fotografer sebagai tamu menghormati yang beribadah, kalau ambil foto jangan nutup jalan.

Beberapa objek yang bisa diambil diantaranya:

  • lampion
  • lilin2 kecil dan besar
  • dupa/hio
  • orang sedang beribadah
  • detail bangunan
  • patung2 dewa
  • tungku pembakaran (ada di samping klenteng)
  • momen penabuhan bedug dan pembunyian lonceng

Untuk teknis pemotretan, saya sarankan membawa lensa normal (50mm), bisa juga tambah lensa tele untuk candid. Lensa normal wajib dibawa karena klenteng agak sempit, jadi ga bisa mundur2 sehingga kalau hanya bawa tele akan sulit.

Di dalam klenteng tidak begitu terang jadi mungkin perlu menaikkan ISO (saya pakai ISO 800, tapi kalau kamera anda di ISO 1600 masih bagus, pakai 1600 saja supaya bisa main speed dan aperture). Di luar klenteng lumayan terang, tidak perlu ISO tinggi.

Pemotretan tidak terlalu sulit, tinggal pintar2 komposisi dan cari moment.

Hasil foto saya bisa dilihat di flickr saya

Categories: fotografi | Tags: , , | 3 Komentar

Post navigation

3 thoughts on “Hunting Tahun Baru Imlek di Klenteng Petak Sembilan

  1. selamat hari imlek

  2. Muantep, siap mencoba kesana gan

  3. claraty

    tulisan yang bagus, dan memang ketika saya mengunjungi ke sana memang harus memakai masker, dan foto2nya bagus :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.